Monday, 17 February 2020

“Dulu, Saya Kira Tugas Guru Hanya Mengajar”

Foto ilustrasi: Novita Eka Syaputri

 

Artikel ini merupakan bagian dari seri "Catatan Perjalanan Guru” dengan tema pengalaman mengajar.

 

Bagi saya, bekerja sebagai guru rasanya menyenangkan sekaligus penuh tantangan.

Saat ini saya menjadi guru kelas 3 di salah satu sekolah dasar (SD) negeri di Surabaya. Saya mengajar mulai pukul 09:30 sampai dengan 16:35 WIB.

Dulu, saya kira tugas guru hanya mengajar. Ternyata, setelah terjun langsung menjadi guru, banyak sekali tugas yang harus dikerjakan oleh seorang guru.

Setiap hari saya harus membuat administrasi pembelajaran yang terdiri dari rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), silabus, kisi-kisi, soal ulangan harian, mengoreksi hasil pekerjaan siswa, dan memasukkan nilai pada analisis hasil belajar siswa. Tugas mengoreksi soal membutuhkan waktu yang lama karena jumlah siswa yang saya ajar cukup banyak, yaitu 37 anak.

Sebagai guru muda, saya merasa seorang guru memang harus bekerja secara tulus dari hati sebab guru berhadapan langsung dengan anak manusia yang berakal budi. Setiap hari saya mengajarkan budi pekerti, sopan santun, dan ilmu pengetahuan kepada para siswa. Pelaksanaannya memang tidak selalu mudah dan membutuhkan kesabaran.

Saya juga terlibat aktif dalam kegiatan apa pun di sekolah tempat saya mengajar, baik yang terkait dengan pembelajaran maupun yang di luar pembelajaran. Contoh kegiatan yang telah saya ikuti adalah Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), Masa Orientasi Siswa (MOS), kegiatan Agustusan, kegiatan menyembelih hewan kurban, dan masih banyak lagi lainnya.

Begitulah kehidupan seorang guru; terlihat mudah, namun sebenarnya dibarengi dengan banyak tugas yang harus dikerjakan.

Meski begitu, bagi saya pekerjaan guru ini sangat menyenangkan karena saya selalu bertemu anak-anak dengan berbagai karakteristik dan kepribadian. Selain menyenangkan, saya juga menganggap pekerjaan ini penuh tantangan karena saya harus mendidik, mengarahkan, dan membimbing siswa dalam memahami ilmu yang diajarkan, serta menjadi manusia yang berguna di masyarakat.

 

* Catatan ini ditulis oleh BR, guru SD di Provinsi Jawa Timur.

** Semua tulisan yang dipublikasikan dalam Catatan Perjalanan Guru merupakan pandangan penulis, telah melalui proses penyuntingan untuk keperluan penulisan populer, dan tidak mewakili pandangan Program RISE di Indonesia ataupun penyandang dana RISE.