Tuesday, 11 February 2020

Lima Bulan Pertama Menjadi Guru Muda

Foto ilustrasi: Mukti Mulyana

 

Artikel ini merupakan bagian dari seri "Catatan Perjalanan Guru” dengan tema pengalaman mengajar.

 

 

Waktu berlalu begitu cepat. Sudah hampir lima bulan saya mengajar di sekolah tempat saya sekarang bekerja, yang saya pilih ketika mendaftar sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018. Meski baru sebentar, namun saya merasa sudah mendapat banyak pengalaman di sekolah ini.

Jujur saja, yang dulu saya harapkan ternyata jauh dari kenyataan. Dulu saya membayangkan mengajar di sekolah dengan fasilitas yang bagus dan rekan kerja yang menyenangkan. Ternyata apa yang saya alami tidak sesuai dengan harapan.

Namun, inilah tantangan yang harus saya jalani. Meski kenyataan tak seindah harapan, saya tidak patah semangat untuk menjadi guru profesional. Tantangan yang ada justru memacu saya untuk terus berkarya dan makin bersemangat menjalani profesi guru.

Menjadi seorang guru adalah hal yang positif bagi saya. Dari profesi inilah saya bisa membahagiakan kedua orang tua. Saya sendiri juga bahagia saat bisa mendampingi anak didik belajar.

 

Menjadi Operator Sekolah

Keseharian saya di sekolah saat ini tidak berbeda jauh dengan sebelumnya. Saya datang ke sekolah sebelum jam 7 pagi untuk menyambut kedatangan siswa. Meski sudah berstatus CPNS, saya tidak mau bermalas-malasan dalam bekerja. Saya selalu menanamkan sikap disiplin terhadap diri sendiri.

Di sekolah, saya mengajar kelas 6. Ini adalah tantangan tersendiri karena sebelumnya saya tidak pernah mengajar siswa kelas 6. Saya menerima tugas tersebut dengan penuh keyakinan bahwa saya pasti bisa. Tidak ada kata menyerah sebelum saya mencoba.

Saat ini saya sudah mulai nyaman dengan pekerjaan saya. Saya percaya segala sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas akan terasa lebih menyenangkan.

Selain mengajar kelas 6, saya mendapat tugas tambahan sebagai operator sekolah. Saya diberi tanggung jawab untuk mengelola aplikasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Awalnya saya kebingungan karena baru pertama kali menggunakan aplikasi Dapodik. Saya lalu banyak bertanya dan meminta bantuan rekan guru dari sekolah lain. Tugas operator sekolah pada awal semester cukup berat karena harus mengerjakan validasi terkait data guru dan memasukkan data peserta didik baru.

Menjalankan tugas sebagai guru kelas dan mengerjakan tugas tambahan sebagai operator sekolah rasanya cukup berat. Ditambah lagi pada Agustus lalu saya mengikuti Pelatihan Dasar (latsar) CPNS di Semarang. Tugas yang harus saya kerjakan makin bertambah. Namun, saya menganggap semuanya sebagai tanggung jawab yang harus dikerjakan. Saya bersyukur masih diberi kesehatan untuk dapat melaksanakan semua tugas dengan baik.

 

Masih Beradaptasi

Interaksi saya dengan rekan-rekan guru cukup baik, meski di sekolah baru ini saya cenderung lebih pendiam. Saya masih beradaptasi dengan lingkungan kerja, masih perlu memahami karakter rekan-rekan kerja. Selain itu, berdasarkan pengamatan saya, kekompakan para guru di sekolah belum terbangun. Ini terlihat dari tiap ada kegiatan di sekolah, antara guru yang satu dan yang lain tidak saling membantu.

Sebagai guru muda, saya ingin bisa membawa perubahan ke arah yang lebih baik. Bekal yang saya miliki dari Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan latsar CPNS akan saya hadirkan di tempat kerja yang baru.

Saya ingin terus berkarya dan berinovasi dalam pembelajaran untuk memajukan mutu sekolah dan mengantarkan peserta didik meraih cita-cita mereka. Saya bertekad terus bersemangat menjadi guru muda yang dapat bertanggung jawab terhadap tugas-tugasnya.

Harapan saya, di sekolah baru ini hubungan antara rekan kerja bisa kompak dan lebih baik lagi untuk kemajuan sekolah.

 

* Catatan ini ditulis oleh TA, guru SD di Provinsi Jawa Tengah.

** Semua tulisan yang dipublikasikan dalam Catatan Perjalanan Guru merupakan pandangan penulis, telah melalui proses penyuntingan untuk keperluan penulisan populer, dan tidak mewakili pandangan Program RISE di Indonesia ataupun penyandang dana RISE.