Tuesday, 11 February 2020

“Saya Bukan Guru yang Sempurna”

Foto ilustrasi: Novita Eka Syaputri

 

Artikel ini merupakan bagian dari seri "Catatan Perjalanan Guru” dengan tema pengalaman mengajar.

 

Pengalaman saya bekerja sebagai guru cukup bervariasi. Ada waktu-waktu yang menyenangkan dan ada juga waktu-waktu yang menyedihkan.

Saat yang menyenangkan bagi saya adalah ketika bertemu dengan para siswa. Melihat tingkah laku mereka yang unik, mendengarkan cerita dan keluh kesah mereka, menjawab pertanyaan mereka yang “ajaib”, terkadang bikin saya geli sendiri. Semua itu merupakan sumber kekuatan yang membuat saya terus semangat mengajar.

Sementara, momen yang membuat saya sedih adalah ketika anak-anak tidak menghiraukan tata krama, bersikap kurang sopan, dan tidak menghormati orang yang lebih tua.

Pelajaran pertama siswa diperoleh dari rumah, yaitu dari orang tua dan lingkungan rumah mereka. Sebagai guru, saya hanya bisa mendampingi anak-anak di sekolah selama beberapa jam. Dalam kurun waktu yang tidak banyak itu saya berusaha menjadi guru atau figur yang dapat diteladani.

 

Keseharian di Sekolah

Sama seperti guru pada umumnya, setiap pagi saya selalu datang ke sekolah tepat waktu. Menjelang jam masuk sekolah, para guru akan berjajar di depan gerbang sekolah untuk bersalaman dengan para siswa yang datang. Menurut saya, hal itu merupakan salah satu cara membentuk karakter siswa, selain dengan berdoa dan membaca Asmaul Husna dan hafalan surat pendek sebelum pelajaran dimulai.

Tiap hendak memulai menyampaikan materi pelajaran, saya selalu memotivasi siswa dan memberikan nasihat-nasihat. Sebagai wali kelas 3 saya beruntung karena anak-anak selalu mendengarkan dan menjalankan apa yang dikatakan oleh guru.

Dalam menjalankan tugas mengajar, saya tentu berpedoman pada perangkat pembelajaran. Perangkat itu adalah senjata saya untuk memfasilitasi pembelajaran siswa secara sistematis dan lancar. Selain itu saya juga menggunakan media pembelajaran yang menyenangkan untuk memancing siswa agar lebih antusias dalam mengikuti pelajaran yang saya sampaikan.

 

Masih Banyak Kekurangan

Saya memiliki pergaulan yang baik dengan rekan sejawat. Ketika berkumpul dengan sesama guru di kantor, saya sempatkan untuk saling berbagi, membahas materi pelajaran atau apa pun. Saya juga rutin menghadiri rapat dan ikut dalam perkumpulan yang berkaitan dengan profesi sebagai guru.

Saya bukanlah guru yang sempurna. Sebagai guru muda, saya merasa masih memiliki banyak kekurangan dan kerap mengalami masalah dalam mengajar. Sebisa mungkin berbagai hal itu saya bicarakan dalam perkumpulan untuk mencari solusi terbaik.

Sebagai seseorang yang masih berproses menjadi guru yang baik, saya berusaha menjalankan tugas-tugas secara maksimal dan bertanggung jawab.

 

* Catatan ini ditulis oleh GWA, guru SD di Provinsi Jawa Tengah.

** Semua tulisan yang dipublikasikan dalam Catatan Perjalanan Guru merupakan pandangan penulis, telah melalui proses penyuntingan untuk keperluan penulisan populer, dan tidak mewakili pandangan Program RISE di Indonesia ataupun penyandang dana RISE.