Tuesday, 7 April 2020

Guru Harus Memiliki Kreativitas

Foto ilustrasi: Rizki Filaili

 

Artikel ini merupakan bagian dari seri "Catatan Perjalanan Guru” dengan tema hal penting yang terjadi dalam perjalanan sebagai guru muda.

 

Menurut saya, ada tiga faktor penting yang harus dimiliki oleh seorang guru: kompetensi yang cukup, kreativitas dalam mengajar, serta sikap ikhlas dan mau mendoakan kesuksesan murid. Kompetensi diperoleh di bangku kuliah, sedangkan sikap ikhlas sudah dimiliki saat mereka memutuskan untuk menekuni profesi pendidik generasi masa depan. 

Kali ini saya akan bercerita tentang faktor kedua, yaitu kreativitas. Seorang guru harus memiliki kreativitas agar dapat menemukan berbagai model pembelajaran yang cocok untuk diterapkan di kelas. Guru yang kreatif akan mampu menemukan cara-cara mengatasi masalah (problem solving), baik yang berhubungan dengan masalah siswa ketika di kelas, di sekolah, maupun di luar sekolah.

Kemampuan untuk mencipta akan membantu guru dalam menemukan cara mengajar yang baik; cara membuka kelas yang elegan; cara membuat dan melakukan asesmen yang praktis; cara memberikan tugas yang baik, namun tidak memberatkan; cara memimpin diskusi di kelas dan mendorong anak-anak aktif menyampaikan ide-ide mereka; cara memberikan hukuman yang bijak; dan masih banyak lagi lainnya.

Guru yang kreatif akan terlihat berbeda dengan guru lainnya. Keunggulan ini akan membuat siswa rindu untuk “berjumpa” dengan mata pelajaran yang diajarkan oleh guru tersebut.

Contoh dari pengalaman saya adalah saat mengajar di salah satu sekolah dasar (SD) swasta di Wonogiri. Waktu itu, saya sering menggunakan media pembelajaran yang berbeda dari guru-guru sebelumnya. Saya sering melakukan pembelajaran berbasis model dan di luar kelas. Tindakan sepele itu menjadi penting karena siswa menyukai pembelajaran yang saya lakukan, yang berbeda dari guru-guru lainnya.

Contoh lain adalah saat mengajarkan demokrasi, saya mengajak anak-anak bermain peran dalam kegiatan musyawarah, rapat, hingga berunjuk rasa dan mengeluarkan pendapat di luar kelas. Pembelajaran seperti ini lebih diingat anak dan meningkatkan semangat mereka dalam belajar.

Selain itu, saat mengajarkan skala perbandingan, saya mengajak para siswa ke luar kelas untuk mengamati lingkungan sekitar secara langsung. Saya lalu meminta mereka menggambarkan hasil pengamatan tersebut dalam secarik kertas secara berkelompok. Dari hasil pengamatan tersebut, para siswa dapat berdiskusi mengenai perbandingan dan skala. Menurut saya, dengan cara ini siswa dapat lebih mengerti tentang pengertian skala perbandingan dan penggunaannya daripada hanya membaca buku modul.

Oleh sebab itu, guru muda harus bisa meningkatkan kreativitas. Selain membawa perubahan dalam kegiatan belajar mengajar, kreativitas juga menunjukkan bahwa orang tersebut kompeten untuk menjadi guru idaman yang profesional. Kreativitas guru akan mendorong siswa untuk lebih mudah menerima pelajaran dan meningkatkan motivasi mereka dalam belajar.

 

* Catatan ini ditulis oleh HSW, guru SD di Provinsi Jawa Tengah.

** Semua tulisan yang dipublikasikan dalam Catatan Perjalanan Guru merupakan pandangan penulis, telah melalui proses penyuntingan untuk keperluan penulisan populer, dan tidak mewakili pandangan Program RISE di Indonesia ataupun penyandang dana RISE.


Bagikan Postingan Ini