Wednesday, 30 October 2019

Kriteria Guru Ideal

Foto ilustrasi: Mukti Mulyana

 

Artikel ini merupakan bagian dari seri "Catatan Perjalanan Guru” dengan tema guru ideal.

 

Guru ideal adalah guru yang ketika tidak datang ke sekolah akan membuat siswa sedih, ketika belum datang dinanti-nanti oleh siswa, dan ketika mengajar membuat siswa bahagia.

Guru ideal bukan yang kalau tidak datang malah membuat siswa bersorak gembira.

Menurut saya ada beberapa kriteria guru ideal.

Pertama, guru dituntut untuk bisa menjadi panutan bagi para siswa dalam hal kedisiplinan, mengajar, dan tata cara bericara. Guru juga perlu memiliki kepercayaan diri dan kemampuan menguasai materi ajar. Bila guru terlihat tidak menguasai materi ajar, siswa tidak akan tertarik untuk mempelajari materi tersebut.

Kedua, guru perlu menjaga penampilan agar menarik dan rapi sehingga siswa betah mengikuti pengajaran. Guru juga perlu murah senyum agar siswa dapat lebih nyaman menyimak materi yang disampaikan.

Ketiga, guru yang disukai murid, kebanyakan, adalah guru yang humoris. Guru yang mampu menyampaikan candaan yang tidak menyinggung siapa pun, dan disampaikan pada tempat dan saat yang tepat.

Keempat, guru perlu inovatif, yaitu mampu menggunakan model pembelajaran yang tidak membosankan. Misal, memanfaatkan LCD atau belajar di luar kelas (menggunakan metode variatif) sehingga para siswa lebih senang dan bersemangat dalam belajar.

Kelima, guru harus mampu memotivasi para siswa dengan kata-kata bijak. Selain itu, juga dari pengalaman tokoh-tokoh yang tadinya tidak berdaya lalu berhasil mencapai kesuksesan. Cerita-cerita seperti itu mampu membuat para siswa lebih tertarik dengan materi pembelajaran.

Bila guru mampu melakukan berbagai tips tersebut secara konsisten, maka ia berhasil membuat dirinya menjadi guru ideal.

 

 

* Catatan ini ditulis oleh GWA, guru SD yang berasal dari Provinsi Jawa Tengah.

** Semua tulisan yang dipublikasikan dalam Catatan Perjalanan Guru merupakan pandangan penulis, telah melalui proses penyuntingan untuk keperluan penulisan populer, dan tidak mewakili pandangan Program RISE di Indonesia ataupun penyandang dana RISE.


Bagikan Postingan Ini