Catatan Perjalanan Guru

Penyesuaian terhadap Kebijakan Belajar dari Rumah

Kebijakan pendidikan yang saat ini sedang hangat adalah Belajar dari Rumah (BDR) yang diterbitkan pemerintah akibat pandemi COVID-19 yang sedang menyerang dunia. Menurut saya, kebijakan BDR sudah baik untuk keadaan pandemi seperti sekarang ini. Tetapi, terkait dengan sistem kontrol dan evaluasi siswa, kebijakan BDR menurut saya perlu direvisi lagi agar karakter integritas siswa bisa terkontrol dengan baik.

ID

Beri Siswa Kesempatan

Jika saya diberi kesempatan untuk mengganti satu peraturan atau kebijakan di bidang pendidikan, saya ingin mengubah cara penilaian dalam aspek pengetahuan yang selama ini hanya berupa soal-soal konvensional (pilihan ganda, isian singkat, uraian, dan sebagainya). Cara mengukur pengetahuan melalui soal-soal konvensional bukan hal yang buruk, tetapi tidak sepenuhnya mengukur seberapa luas pengetahuan siswa, seberapa baik mereka memecahkan masalah, dan seberapa kreatif mereka memecahkan soal atau masalah.

ID

Kebijakan Pendidikan di Indonesia

Sejak saya pertama kali menjadi guru pada 2016, sampai dengan sekarang 2020, kebijakan pendidikan di Indonesia telah beberapa kali mengalami perubahan. Beberapa kebijakan yang menurut saya patut disayangkan adalah tentang diadakannya Ujian Nasional (UN), pembuatan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang membebani guru, dan kesenjangan apresiasi pemerintah terhadap guru PNS dan guru honorer.

ID

Mengajar Banyak Kelas, Memahami Karakter Siswa yang Berbeda-beda

Semester dua hampir selesai. Saya berharap kali ini dapat mengajar selama satu tahun pembelajaran secara penuh. Sejak awal mengajar di 2016, saya belum pernah sekalipun memegang satu kelas selama satu tahun pembelajaran secara penuh. Alasannya, saya sering dipindah kelas dan harus cuti karena mengikuti program Pendidikan Profesi Guru (PPG).

ID

Mendidik Siswa Berkebutuhan Khusus

Tantangan terbesar saya sebagai guru saat ini adalah mengajar siswa berkebutuhan khusus. Di kelas saya ada satu siswa berkebutuhan khusus yang saya sebut anak istimewa. Setiap hari ia hanya mencoreti buku tulisnya. Kadang ia keluar kelas lalu berlari mengelilingi sekolah dan melewati setiap kelas. Saat para guru menegurnya, ia mengamuk dan berlarian lagi.

ID

Menjalani Proses untuk Menjadi Guru Berkualitas

* Catatan ini ditulis oleh IK, guru SD di Provinsi DI Yogyakarta.

** Semua tulisan yang dipublikasikan dalam Catatan Perjalanan Guru merupakan pandangan penulis, telah melalui proses penyuntingan untuk keperluan penulisan populer, dan tidak mewakili pandangan Program RISE di Indonesia ataupun penyandang dana RISE.

Kata orang, semakin tua usia pohon jati, maka semakin tinggi harganya. Sama halnya dengan guru muda, yang membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk berproses hingga menjadi guru yang berkualitas. Sebagai guru muda, saya sangat memahami panjangnya proses yang harus saya jalani. Banyak kasus yang harus saya pecahkan dan banyak pribadi (murid) yang harus saya pelajari dan pahami.

ID