Sekilas Pendidikan Dasar di Indonesia

Dari sisi keseimbangan gender, angka partisipasi murni (APM) tingkat SD di Indonesia pada 2014 hampir mencapai 100 persen dan APM tingkat SMP melebihi 80 persen (PDSPK 2015). Namun, skor Indonesia dalam Programme for International Student Assessment (PISA) berada di bagian terbawah ranking negara-negara OECD—lebih dari 75 persen murid Indonesia tidak menguasai kemampuan dasar matematika (OECD 2014). Selain itu, capaian pembelajaran murid antarprovinsi di Indonesia menunjukkan disparitas yang sangat besar. Probabilitas murid-murid kelas 2 SD di Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua yang tidak dapat membaca adalah empat kali lipat dari rata-rata nasional; probabilitas murid-murid kelas 2 SD dari ketiga wilayah itu yang tidak dapat membaca dengan lancar dan memahami makna bacaan adalah setengah dari rata-rata nasional (Stern dan Nordstrum 2014).

Fakta-fakta tersebut menyiratkan bahwa sistem pendidikan Indonesia sedang mengalami krisis pembelajaran (Baswedan 2014). Berbagai penelitian menunjukkan bahwa salah satu faktor yang sangat mempengaruhi rendahnya capaian pembelajaran murid adalah kualitas guru yang rendah. Untuk meningkatkan kualitas guru Indonesia, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia memiliki visi yang menjadi acuan bagi perbaikan sistem pendidikan Indonesia. Perbaikan tersebut meliputi pemanfaatan sumber daya secara efektif di tingkat nasional dan daerah demi peningkatan kualitas pengajaran guru dan peningkatan hasil pembelajaran murid.

Menyikapi situasi darurat pembelajaran ini, Program RISE di Indonesia berkomitmen untuk aktif mengambil bagian dalam agenda reformasi sistem pendidikan Indonesia, yang juga merupakan agenda global peningkatan hasil pembelajaran. Melalui kegiatan penelitiannya, Program RISE di Indonesia berkomitmen menemukenali berbagai persoalan dalam sistem pendidikan Indonesia dan mendorong perubahan komponen sistem pendidikan Indonesia yang merupakan keniscayaan bagi peningkatan hasil pembelajaran. Secara spesifik, Program RISE di Indonesia mengawal pelaksanaan reformasi guru di Indonesia dalam konteks desentralisasi dan meninjau sejauh mana reformasi guru mampu meningkatkan capaian pembelajaran murid.


Bagikan Postingan Ini