Saturday, 13 April 2019

Mengenal Guru-guru di Indonesia Melalui Seri “Catatan Perjalanan Guru”

Guru merupakan aktor penting dalam penyediaan layanan pendidikan. Melalui seri “Catatan Perjalanan Guru”, RISE berupaya menggali cerita riil dari guru-guru muda Indonesia tentang motivasi mereka menjadi guru, persiapan mereka untuk mendapatkan pekerjaan sebagai guru, pengalaman mengajar pertama, hingga pengalaman lain selama mereka menekuni profesi guru.

Studi oleh Veenman (1984) tentang masalah yang dihadapi guru-guru muda menemukan bahwa masa transisi dari pelatihan guru ke pekerjaan mengajar pertama bisa jadi memiliki kesan yang dramatis dan traumatis. Selama ini di Indonesia, belum ada studi yang mencoba melihat perkembangan guru-guru dari perspektif mereka. Program RISE berusaha untuk merekam perjalanan para anak muda di Indonesia dalam menjalani karirnya sebagai guru.

Seri “Catatan Perjalanan Guru” dikemas dalam bentuk esai yang ditulis oleh sejumlah guru-guru muda Indonesia. Tim peneliti RISE memilih bentuk ini karena dua alasan: (1) menulis (bisa dalam bentuk esai atau jurnal) merupakan cara paling sederhana untuk merefleksikan perjalanan para responden menjadi guru dan (2) sebagai media untuk mengekspresikan keresahan, gagasan, dan pandangan yang dirasakan para responden dalam menjalani profesi guru (Taghilou, 2007).

“Catatan Perjalanan Guru” merupakan studi longitudinal dan bagian dari studi Reform Area 2 (A2) yang berfokus pada dengan fokus pada perkembangan guru. Seri ini berdasar pada dua pertanyaan penelitian berikut:
1.    Mengapa anak muda Indonesia ingin menjadi guru?
2.    Bagaimana guru-guru pemula menjalani tahun-tahun awal mereka mengajar?

Catatan para guru muda ini akan diterbitkan secara berkala di situs web RISE dan dapat dilihat di “Catatan Perjalanan Guru”.

 

Daftar Acuan
- Veenman, S. (1984). Perceived Problems of Beginning Teachers. Review of Educational Research, 54(2), p.143.
- Reza Taghilou, M. (2007). From reflective teaching to effective learning: A new class order. Iranian Journal of Language Studies, 1(2), pp.15-26.

 


Bagikan Postingan Ini