Tuesday, 21 August 2018

Laboratorium Pembelajaran Pertama RISE: Way Kanan

Tim Peneliti RISE (kiri ke kanan: Daniel Suryadarma, Mirza A. Izati, dan Syaikhu Usman) saat melakukan audiensi di Way Kanan. | Foto: Dok. RISE

 

Pada 30 April hingga 3 Mei 2018, Tim Program RISE di Indonesia (RISE) mengadakan audiensi di Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung. Way Kanan merupakan salah satu dari empat daerah calon laboratorium pembelajaran Studi Inovasi Kebijakan Pendidikan di Daerah (Reform Area B).

Way Kanan dengan ibu kota Blambangan Umpu merupakan salah satu kabupaten yang terletak di bagian utara Provinsi Lampung. Di kabupaten dengan jumlah siswa bersekolah sekitar 90.000 ini, kinerja pendidikan selama beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan yang signifikan. Hal ini terlihat dari hasil Ujian Nasional (UN) pada 2017 untuk tingkat sekolah menengah pertama (SMP) di Way Kanan yang mendekati hasil rata-rata nasional.

Sumber: Diolah dari PAMER UN (2017)

Sebelum mendatangi Way Kanan, Tim RISE telah melakukan survei telepon dan media tracking. Dari survei awal ini, para peneliti menemukan bahwa Way Kanan telah melakukan beberapa inovasi pendidikan: peningkatan kompetensi guru melalui program pelatihan, upaya pemerataan guru, pembangunan perpustakaan desa, dan sekolah hijau. Dalam menjalankan program pelatihan untuk peningkatan kompetensi guru, Way Kanan bekerja sama dengan Universitas Lampung (Unila) dan Institut Teknologi Sumatera (Itera). Beberapa sekolah unggulan telah merasakan dampak positif program pelatihan yang diikuti oleh setidaknya 50% guru di Way Kanan ini.

Dengan mempertimbangkan Way Kanan sebagai kabupaten dengan potensi pendidikan yang besar, RISE berharap dapat menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Way Kanan.

Audiensi ke Pemerintah Kabupaten Way Kanan

Pada kunjungan hari pertama, Tim RISE disambut oleh Bupati Way Kanan, H. Raden Adipati Surya, S.H., M.M. Bupati mendukung upaya yang akan RISE lakukan untuk mengetahui potret lengkap pendidikan di Way Kanan melalui riset objektif.  

Selain bertemu dengan Bupati, untuk lebih memahami kondisi dan dinamika pendidikan di Way Kanan, Tim RISE juga melakukan audiensi dengan berbagai pihak terkait, yaitu sekretaris daerah, kepala dinas pendidikan, kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), kepala dinas lingkungan hidup, sekretaris dinas kesehatan, dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Way Kanan. Selain itu, Tim RISE juga melakukan kunjungan ke SMP/SMK Yayasan Pendidikan Tujuh Belas (YP 17) dan Unila di Bandar Lampung. Kunjungan ke Unila bertujuan memperoleh gambaran tentang kondisi pendidikan di Way Kanan dari pihak di luar kabupaten tersebut.

Syaikhu dan Daniel menjelaskan tentang RISE dan rencana studi Reform Area B kepada Hendra, Ketua Komisi D DPRD Way Kanan. | Foto: Mirza A. Izati

Tim RISE menemui sejumlah pemangku kepentingan di Way Kanan untuk berdiskusi mengenai kondisi pendidikan di kabupaten tersebut. Pertemuan itu dihadiri oleh pemangku kepentingan di bidang pendidikan Way Kanan. | Foto: Daniel Suryadarma

Tim RISE saat berdiskusi dengan Kepala Sekolah SMK 17, H. Basyir (kanan). Kedua pihak turut membahas berbagai tantangan terkait mutu dan motivasi guru, serta program pendidikan yang sedang berjalan di Way Kanan. | Foto: Mirza A. Izati
 

Wakil Rektor Bidang Akademik Unila, Prof. Dr. Bujang Rahman (tengah), sedang menjelaskan potensi Way Kanan sebagai laboratorium pembelajaran beserta tantangannya. | Foto: Mirza A. Izati

RISE kemudian menindaklanjuti kunjungan ke Way Kanan dengan melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kerja sama RISE dengan Pemerintah Kabupaten Way Kanan pada 5 Juni 2018. Dengan penandatanganan MoU ini, penelitian jangka panjang RISE di Kabupaten Way Kanan secara resmi dimulai.

Penandatanganan MoU kerja sama antara RISE dengan Pemerintah Kabupaten Way Kanan di Jakarta yang diwakili oleh Dr. Asep Suryahadi (Direktur SMERU/Ketua Komite Pengarah Program RISE di Indonesia) dan disaksikan oleh perwakilan Tim RISE (Sudarno Sumarto, Mirza A. Izati, dan Syaikhu Usman). | Foto: Tony Liong

Pada 30 Juli sampai 8 Agustus 2018, Tim RISE kembali mengunjungi Way Kanan untuk melakukan diagnosis pembelajaran guna menemukan hambatan dan berbagai potensi pendidikan yang terdapat di kabupaten tersebut. Hasil diagnosis pembelajaran ini akan menjadi penentu arah penelitian RISE di Way Kanan ke depannya.


Bagikan Postingan Ini